Si Kecil Main Gadget? YES or NO?

Kobe drawing on the iPad using Adobe ideas. Mixed reviews, he's getting a little frustrated with the controls, sometimes it' pans when it should be drawing, sometimes it doesn't let you draw over something you've already drawn....

 

Gadget bukan lagi barang mewah. Dengan semakin terjangkaunya harga gadget ini, membuat populasi anak pemakainya semakin besar. Banyak orang tua yang sudah memberi fasilitas gadget untuk anak-anaknya sejak usia dini misalnya Ipad atau Tab. Umumnya isinya adalah games, atau film tontonan anak-anak. Apakah Anda salah satunya?

Aktivitas produktif para orangtua muda yang padat dan dibarengi pula dengan ketiadaan Asisten Rumah Tangga (ART), merupakan motif terbesar dari trend gadget anak saat ini. Kondisi sehari-hari Ayah dan Ibu yang harus bekerja, atau mungkin sang Ibu yang memang beraktivitas di rumah namun minus ketiadaan ART, tidak jarang akhirnya juga membentuk metode pengasuhan anak menjadi lebih terbatas.

Mungkin tidak seperti di masa lalu, di mana anak-anak dengan bebasnya bermain di luar tanpa pengawasan ketat. Kondisi keamanan saat ini yang terbilang rawan aksi penculikan atau kekerasan anak, akhirnya juga menjadi sumber penyebab berubahnya pola asuh anak yang semestinya bebas. Mau tidak mau, banyak orangtua harus memutar otak agar si anak betah bermain di rumah. Dan menyediakan sarana bermain yang ideal adalah tantangannya. Yang terpenting bagi orangtua adalah, anak-anak bermain dalam pengawasan dan perlindungan.

Fenomena anak mengenal gadget sebenarnya berawal dari trend teknologi yang akhirnya menjadi kebutuhan para orangtua masa kini. Multi fungsinya sebuah alat komunikasi yang dikemas satu paket dengan sarana produktivitas kerja, multimedia, dan hiburan, rupanya tidak hanya menjadi magnet buat orang dewasa. Melainkan juga menular pada anak-anak, bahkan dari usia dini, yaitu balita. Hampir dipastikan, setiap Ayah dan Ibu sibuk memegang gadget-nya setiap hari dan setiap saat. Dan apa yang dipegang dan jadi kesibukan sang Ayah dan Ibu dalam gengamannya, akhirnya menarik perhatian si kecil: “apa sih yang dipegang papa/mama itu?”. Dan yang terjadi berikutnya adalah mulai merebutnya dari tangan Anda, bukan begitu?

Tidak mengherankan. Karena isi dari gadget Anda pun sebenarnya juga adalah hiburan yang juga bisa dinikmati anak-anak. Yaitu games. Bahkan tidak jarang, para orangtua sudah memberikan akses Youtube pada anaknya untuk menonton film kartun. Karena fungsinya yang boleh dibilang juga bisa menjadi mainan anak, atau mungkin menjadi alternatif mengayomi keinginan anak bermain, maka akhirnya sang gadget ini pun beralih tangan dan beralih fungsi menjadi rutinitas untuk menenangkan anak.

Yuk, mari kita urut bersama-sama, apa saja yang menjadi latar belakang bagi orangtua dalam memberikan fasilitas gadget ini buat si anak, mungkin salah satunya sesuai dengan kondisi Anda.

  • Sarana hiburan dan main anak saat orangtua bekerja di rumah. Sarana dan area bermain yang terbatas, membuat orangtua harus membatasi pula energi aktif anak di rumah.
  • Menghibur anak di kendaraan saat dalam perjalanan.
  • Menenangkan anak saat orangtua menghadiri acara tertentu, sehingga anak tidak berlari kesana kemari.
  • Ketiadaan acara tv yang sesuai dengan selera dan kebutuhan anak, akhirnya membuat orangtua memberikan gadget dengan channel Youtube-nya.
  • Munculnya ratusan games edukatif dan interaktif yang mendorong orangtua memberikan gadget sebagai sarana belajar.
  • Agar anak tidak rebutan dengan orangtua saat menggunakan gadget, sehingga akhirnya gadget baru buat si kecil pun dibelikan

Wow, sudah menemukan hal di atas yang cocok dengan Anda?

Masalah yang kerap muncul saat ini adalah dampak negatifnya pada anak. Menjadi malas bersosialisasi, tidak beraktivitas fisik di luar rumah, malas belajar, atau bahkan kini ada bahaya pornografi dan penyalahgunaan media sosial untuk pergaulan bebas atau kejahatan seksual melalui gadget yang dimiliki oleh anak kita. Tentunya resiko ini yang harus kita cegah, bukan?

Untuk mengatasinya, Anda harus memberikan alternatif kegiatan lain yang positif bagi anak. Yang menunjang perkembangan mental dan karakter, intelektual, keterampilan, serta pertumbuhan fisiknya. Tidak serta merta anak menjadi luar biasa dengan sendirinya. Dibutuhkan kreatifitas orangtua untuk menjadikan anak menjadi cemerlang. Jika di lingkungan rumah anak tidak bisa mendapatkan teman sebaya yang positif, maka Anda bisa mengarahkannya ke komunitas luar. Bagaimana pun, pertumbuhan dan perkembangan anank membutuhkan :

  1. Eksplorasi intelektual
  2. Eksplorasi fisik
  3. Eksplorasi mental dan karakter

Aktifkan si anak pada kegiatan-kegiatan positif di sekolah. Seperti ekstra kurikuler olahraga, musik, tari, menyanyi, melukis, dan sebagainya. Atau bisa mendapatkan beragam kegiatan positif dan eksploratif di luar sekolah, seperti klub olahraga beladiri, kursus menyanyi/ paduan suara, bermain alat musik, klub sains, komputer, dan lain-lain. Tak jarang kursus berkualitas akan menghantarkan anak pada kompetisi-kompetisi nasional dan bahkan internasional.

Mengenal teknologi tidaklah negatif. Hanya saja, kita sebagai orangtua harus sebaik-baiknya pula memberikan pengawasan dan pengarahan yang seimbang. Pilih games atau hiburan yang Anda tahu betul dampaknya. Namun, jika Anda akhirnya harus membatasi, maka berikan pula alternatif atau solusi yang positif, agar anak tidak tertekan.

Dunia anak adalah dunia bermain. Dan orangtua adalah penanggungjawabnya.

Credit Image: https://www.flickr.com/photos/aperturismo

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: