Gojek : Sang Ojek Modern Berteknologi

gojek

 

Gojek? Siapa yang tidak kenal dengan Gojek? Meskipun ini baru ada di Jabodetabek, dan 4 kota besar lainnya (Bandung, Surabaya, Makassar, dan Denpasar), namun ketenaran dari transportasi berteknologi ini sudah menggema di seluruh Indonesia. Pasalnya adalah, beberapa kasus belakangan ini yang akhirnya jadi isu nasional soal perlindungan profesi Gojek dan kaitannya dengan keadilan antar pengemudi transportasi umum.

Gojek sebenarnya adalah moda transportasi lama yang dikembangkan dalam sistem yang lebih modern dan canggih. Dengan kata lain, Gojek merupakan modernisasi dari Ojek yang legendaris itu. Tidak ada yang memungkiri atas kecepatan dan praktisnya menumpang Ojek. Sepeda motor yang lincah berlari menembus kemacetan, sungguh diakui menjadi solusi untuk masalah kerumitan lalu lintas di kota besar, seperti Jakarta. Cepat dan irit. Ini kuncinya yang membuat Gojek mampu memberikan layanan cepat namun  tetap murah.

Sang pendiri Gojek: Nadim Makarim, rupanya jeli membaca peluang. Motor dan teknologi GPS di Smartphone benar-benar menjadi ide brilian baginya untuk menciptakan alternatif transportasi yang praktis dan modern buat masyarakat Indonesia. Meskipun penuh dengan kontradiksi di masyarakat, khususnya dari sesama penyelenggara angkutan umum (utamanya adalah Ojek tradisional), namun Gojek terus mendapat apresiasi dari warga kota besar yang benar-benar merasa pas dengan kehadiran Gojek ini.

Redaksi ArtikeBunda juga pernah mengalami kesan yang baik saat bertransaksi dengan Gojek. Kebetulan beberapa waktu lalu ada Partner kerja yang berniat mengambil suatu barang dari kami, dan akhirnya memakai jasa Gojek. Praktis datang dalam tempo 15 menit saja, dan barang tersebut pun tidak lama sudah sampai di tujuan, yaitu di alamat Partner kami. Wow! Semua dilakukan dengan canggihnya via aplikasi Gojek app di Smartphone. Dan si pengemudi Gojek sendiri, yang juga rata-rata sebenarnya adalah pekerja swasta ataupun mahasiswa yang memanfaatkan waktu luangnya untuk menjadi pengemudi Gojek, juga dengan santunnya menunjukkan bukti ordernya di handphone-nya (yang menunjukkan nama dan alamat pengorder).

Redaksi coba menganalisa mengapa Gojek menjadi trend yang viral belakangan ini :

  1. Kondisi jalan yang macet yang menyebabkan motor Gojek adalah solusi jitu untuk bepergian.
  2. Aman dan nyaman, terutama buat kaum wanita yang kadang merasa resah dengan banyaknya aksi kejahatan seksual yang terjadi di beberapa kendaraan umum.
  3. Harga terjangkau. Hal ini jelas berbeda dengan Ojek tradisional yang kebanyakan tidak punya standar penentuan tarif.
  4. Cepat dan tepat waktu. Anda pesan, dan dalam hitungan beberapa saat sudah ada jawaban respon dari Gojek (selama pengendara Gojek ada dalam jarak terdekat di kawasan Anda).
  5. Kualitas layanan. Pengalaman tidak bisa bohong. Dan terutama sekali, konsumen Gojek yang juga sebagian besar wanita, merasakan kenyamanan dan kepercayaan yang dijaga oleh perusahaan Gojek melalui para pengendaranya. Kuncinya adalah konsistensi.

Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan Gojek. Apalagi dengan sempat maraknya kasus kekerasan yang dilakukan terhadap pengendara Gojek, dan juga merasa “terancamnya” penyedia layanan transportasi lain dari hadirnya Gojek ini. Dan pemerintah saat ini sedang mencoba menggodok regulasi berkaitan dengan keberadaan Gojek.

Namun keunikan Gojek yang membuat testimoni positif masyarakat timbul dan akhirnya dibagikan secara luas. Bagaimana dengan Anda? Pernahkah mengalami layanan Gojek?

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: