Jangan Tunda Mencuci Piring Kotor. Bahaya !

Tahukah Bunda, ada bahaya kesehatan yang tersembunyi di balik tumpukan piring kotor? Semakin kita menunda mencuci, maka semakin berlipat ganda bahayanya!

Piring kotor adalah pemandangan biasa di dapur. Usai aktivitas makan ataupun masak, yang terjadi berikutnya adalah melihat pemandangan tumpukan  alat masak dan piring bekas pakai di bak cucian piring. Memang, rasanya capek dan ingin menunda dulu kegiatan bersih-bersih dapur seperti mencuci piring ini. Beruntung jika kita memiliki Asisten RT yang bisa langsung menanganinya. Tapi jika tidak, pilihan untuk menunda mungkin saja ada. Namun, tahukah Bunda, bahwa bahaya kesehatan yang tersembunyi di balik tumpukan piring kotor? Semakin kita menunda mencuci, maka semakin berlipat ganda bahayanya!

Dapur merupakan tempat dengan resiko paling tinggi untuk bersarangnya bakteri. Mengutip dari situs kesehatan Alodokter, disebutkan bahwa tempat cucian piring mengandung bakteri 100.000 kali lebih banyak dibandingkan dengan kamar mandi. Faktanya, bakteri dalam sehari mampu berkembang biak atau melipatgandakan dirinya menjadi 8 juta sel dalam sehari. Bisa dibayangkan kan, apa yang terjadi jika kita menunda mencuci piring lewat dari sehari?

Ribuan bakteri dan kuman ini tidak hanya bersarang di piring kotor saja. Melainkan juga dalam spons pencuci piring dan lap/ serbet di dapur yang digunakan untuk melap piring dan perabotan dapur lainnya. Lalu apa sajakah bakteri dan kuman berbahaya ini?

  • Salmonella sp
  • Pseudomonas spp
  • Staphylococcus aureus
  • Listeria
  • Escherichia coli K-12
  • Norovirus (Jenis kuman ini tidak mudah hilang dengan mencuci biasa. Dan kasus penelitian di AS menemukan bahwa kuman jenis ini banyak menyebabkan keracunan makanan.)

Jika dalam rumah tangga yang bersih saja bisa terjadi resiko kesehatan ini, apalagi kalau kita menyantap makanan di warung pinggir jalan yang tidak bersih mencuci piring atau restoran yang asal-asalan dalam menerapkan standar kebersihannya?

Tanpa mencuci bersih, tentunya makanan baru yang kita santap setiap hari akan bercampur dengan bakteri dan kuman yang sudah bersarang di piring dan perabotan dapur lainnya. Semua bakteri dan kuman penyakit ini akan menyebabkan serangan yang dimulai dari pencernaan, seperti diare dan gastrointestinal.

Menjaga dapur dan segala perabotannya tetap bersih adalah pencegahan terbaik untuk mencegah datangnya ribuan bakteri dan kuman ini. Yuk, lakukan tips di bawah ini agar kesehatan keluarga terpelihara:

1. Ganti spons pencuci piring secara berkala. Spons merupakan tempat ideal bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak. Teksturnya yang menyerap sabun dan kotoran sekaligus, membuat spons menjadi sarang sempurna. Jangan biarkan spons bertahan selama berbulan-bulan. Ganti rutin setiap bulan. Tips : sebelum mengusap spons pada piring kotor atau perabotan, maka sebaiknya kita juga perlu memastikan permukaan perabotan yang akan dicuci ini juga sudah dibilas dengan air bersih dulu. Sehingga spon tidak terlalu bekerja keras untuk menyerap kotoran yang terlalu banyak hinggap di atasnya. Sabun juga lebih hemat dan kotoran tidak berpindah-pindah dari satu piring ke piring lainnya.

2. Gunakan papan pemotong (talenan) yang berbeda untuk masing-masing bahan. Pisahkan talenan khusus untuk daging, dan talenan untuk memotong sayuran atau bumbu masakan. Daging hewani, seperti ayam, sapi, dan ikan, cenderung menghasilkan bakteri yang lebih banyak dan talenan pun harus dicuci lebih bersih. Karena itu adalah lebih baik untuk memisahkannya dari bahan makanan nabati ataupun bumbu-bumbu, agar tidak bercampur satu sama lain. Talenan berbahan dasar plastik lebih aman daripada yang terbuat dari kayu, karena talenan plastik ini lebih mudah dibersihkan dengan total. Talenan kayu lebih sulit dibersihkan total, karena sifatnya yang menyerap sabun dan juga kotoran, sehingga kurang higienis. Apalagi jika talenan kayu ini sudah bertahun-tahun kita gunakan. Sebuah talenan mengandung bakteri 3x lebih banyak dibandingkan dengan tempat duduk toilet. Tips : untuk mencuci talenan, gunakan sabun cuci piring yang dicampur air hangat.

3. Segera cuci piring dan perabotan masak setelah digunakan. Hanya dibutuhkan beberapa saat saja untuk bakteri datang ke piring kotor. Bercampurnya perabotan bekas makanan dengan air akan menjadi kelembaban yang disukai oleh mikroba penyebab penyakit ini. Gunakan sabun pencuci piring cair agar mudah dibilas. Jika perlu yang mengandung disinfektan. Jangan biarkan piring kotor menumpuk lebih dari sehari.

4. Bersihkan dapur dengan teratur. Gunakan disinfektan dan lap bersih untuk mengerjakannya.

5. Ganti lap dapur dengan rutin setiap hari. Ribuan bakteri dan kuman bersarang dalam lap lembab kotor. Mencuci lap dapur usai digunakan untuk membersihkan dapur pada hari itu adalah lebih baik daripada lap tersebut justru membawa penyakit, kan?

6. Bersihkan kulkas atau lemari pendingin dari bahan makanan yang sudah terlalu lama.
Lemari pendingin memang bagus untuk mengawetkan makanan. Tapi jangan lupa, temperatur dingin kulkas ini juga ideal untuk mengawetkan bakteri dan kuman yang ada pada bahan makanan yang kadaluarsa (daging, ikan, sayur, buah, dll.)

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Waspadalah, dan selalu jaga kebersihan dapur, karena dari sanalah makanan sehat dan lezat diproses, yang nantinya akan dinikmati semua anggota keluarga. Selamat bersih-bersih, Bunda!  Jangan lupa SHARE ya jika infonya bermanfaat 🙂

Comments

  1. Artikel yang menambah pengetahuan. Sangat berguna infonya..terimakasih.

    Suka

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: