Bahaya Menelepon Dengan HP Saat Di Charge

korban hp meledak 2

Sumber gambar : Google

Belakangan ini sering kita mendengar tentang kejadian HP yang meledak saat digunakan untuk menelepon. Dan HP ini kondisinya memang sedang di-charge. Kondisi korban umumnya parah. Yaitu menderita luka bakar parah di area tangan, telinga, pipi sampai ke leher. Beruntung jika ini hanya luka bagian luar saja. Karena bisa saja beresiko mengakibatkan rusaknya pendengaran, mata, atau bahkan kematian. Seram ya?

korban hp meledak

HP yang sedang di-charge memang sebaiknya tidak digunakan. Mengapa? Karena HP ini sedang dialiri masuk arus listrik untuk mengisi baterainya. Nah, sebaliknya dalam kondisi menyala, HP bekerja dengan mengeluarkan arus listrik. Maka sebenarnya, jika anda menggunakan HP dalam kondisi di-charge, HP sedang mengalami arus listrik keluar masuk dalam voltase yang cukup tinggi. Dan ini tentu saja berbahaya dan beresiko. Baterai bekerja keras untuk menjadi perantara listrik keluar masuk dalam saat bersamaan. Jika baterai tidak sanggup lagi menahan arus listrik yang berlebihan, maka akan mengakibatkan baterai meledak.

Baterai hp meledak

Pastilah setiap orang yang menggunakan HP-nya saat sedang di-charge, punya alasan tersendiri. Untuk itu anda perlu mengetahui ini : Arus listrik tertinggi digunakan oleh HP pada saat menelepon. Jadi ini kondisi yang perlu diwaspadai. Sementara arus listrik untuk ketik SMS, atau browsing, chatting, dsb masih lebih rendah. Jika memang tidak terlalu darurat sekali, sebaiknya hindari menelpon. Toh, anda masih bisa mengirim SMS atau chatting untuk memberitahu bahwa tunggu beberapa saat lagi sampai HP anda siap dipakai. Misalnya, jika baterai sudah terisi di atas 20%, sudah cukup kuat untuk lakukan panggilan telpon.

Jika anda sedang menelpon dalam kondisi di-charge, lalu HP terasa sangat panas dan menyengat di telinga dan pipi, maka segeralah akhiri telpon itu. Bisa jadi kalau anda abaikan gejala itu, maka anda akan jadi korban HP meledak selanjutnya. Tidak ada beda resiko antara baterai orisinil dengan baterai non-ori jika mengalami pemakaian seperti ini. Mungkin saja baterai orisinil akan lebih awet, tapi jika dalam penggunaan normal. Karena jika kedua jenis baterai ini bila digunakan sambil di-charge, resiko meledak pasti ada. Jika anda berpikir, “Ah…ini kan kejadian 1 banding 1000 aja !” Tentunya anda tidak mau suatu hari menjadi yang 1 itu kan? Lagipula dengan pemakaian HP yang normal, maka juga akan menjaga keawetan usia baterai. Anda selamat dan baterai HP tetap awet.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: