7 Tips Agar Pembantu Rumah Tangga Betah

Sumber foto: theasianparent.com

Sumber foto: theasianparent.com

Problem sebagian besar rumah tangga saat ini adalah masalah asisten rumah tangga atau yang biasa disebut PRT. Biaya yang harus dikeluarkan untuk “menjemput” seorang PRT tidaklah murah. berkisar Rp 300.000 – Rp 1.000.000. Tentu saja kita berharap, dengan biaya yang kita keluarkan, kita akan mendapatkan PRT yang professional. Kehadiran asisten rumah tangga atau yang biasa dipanggil ‘si mbak’ menjadi hal penting dalam keseharian di rumah. Dari membersihkan rumah, menyapu, mengepel, mencuci bahkan hingga menjaga anak, diserahkan kepada sosok ‘si mbak’. Apalagi jika suami dan istri memiliki kesibukan di luar rumah, bekerja misalnya.

faktanya adalah cukup sulit menemukan si mbak yang loyal bekerja dalam jangka waktu lama, Apalagi  ketika mereka pulang kampung saat datangnya hari raya, biasanya pergantian prt akan tinggi. Ada yang mundur dari pekerjaannya. Tidak mudah mencari sosok ‘si mbak’ seperti apa yang kita harapkan. Hal itu pula yang kemudian membuat sejumlah yayasan penyalur pembantu rumah tangga berjamuran di kota besar.

Memang susah-susah gampang cari pembatu rumah tangga. Makanya kalau sudah dapat, anda harus berusaha untuk menjaganya supaya betah. Ini tips yang bisa anda lakukan: 
1. Perlakukan PRT sebagai partner.

Anggaplah PRT anda sebagai asisten di rumah untuk menggantikan posisi anda menyelesaikan pekerjaan RT. Jangan anggap PRT sebagai babu atau buruh rendahan, apalagi berlaku kasar baik secara fisik maupun kata-kata
2. Berikan kenyamanan dalam bekerja.
Fasilitas yang layak, akan membuat PRT merasa dihargai. Bukan selalu tentang gaji yang tinggi, tapi juga termasuk tempat beristirahat (kamar) yang layak. Sediakan pakaian dan kebutuhan pribadi sehari-hari misalnya sabun, shampoo, odol, dll. sesuai kebutuhannya.
3. Catat setiap pekerjaan yang harus dilakukan
Sebelum mulai bekerja, ada baiknya anda memberi informasi sebanyak-banyaknya mengenai job desk pekerjaan yang harus dilakukan. Buat catatan tertulis, lengkap dengan jam dan waktu pengerjaannya. Ini untuk menghindari kesalahan, atau kelalaian karena faktor lupa. Tempelkan di tempat yang mudah terlihat olehnya seperti di dapur, di depan kulkas, dll
4.  Berikan waktu libur atau kesempatan untuk bersosialisasi.
Seringkali Anda tidak menyadari, setiap hari  asisten rumah tangga bekerja di rumah. Hampir tidak ada kesempatan berlibur bagi mereka, untuk bersosialisasi atau sekedar memanjakan diri. Libur tetap dibutuhkan mereka untuk mencari suasana lain agar tidak jenuh menjalankan rutinitas. PRT tetap perlu “me time” untuk bisa bersosialisasi, atau bersantai sejenak. 2-3 jam/ minggu mungkin cukup membuat dia kembali fresh. Waktu ini bisa dia manfaatkan untuk bersosialisasi dengan teman sesamanya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh akan rutinitas pekerjaan yang setiap hari harus dilakukannya
5.  Jangan abaikan kesehatannya.
Setiap manusia punya keterbatasan dalam kemampuan fisik dan kesehatan. Sediakan budget di luar gaji bulanan apabila dia harus berobat ke dokter atau sekedar beli obat di warung. Setengah bulan gaji, (bila memungkinkan anda bisa menyediakan sebulan gaji) bisa anda sediakan untuk biaya kesehatannya dalam setahun. Anggaplah ini sebagai fasilitas asuransi kesehatan. Jika dalam setahun, ternyata dana tersebut masih ada sisa, berikanlah itu sebagai “bonus” untuknya atas keberhasilannya menjaga kesehatan. Kalau PRT kita sehat, pekerjaan rumah pasti beres, ya kan?
6. Tanyakan kehidupan pribadinya.
Anda boleh menyediakan waktu maximal 1 jam seminggu untuk sekedar ngobrol atau menanyakan kabar keluarganya. Ini akan membuat dia merasa dihargai. Berikan pujian ringan untuk hasil pekerjaannya yang anda anggap cukup memuaskan.
7. Ajarkan anak untuk menghargai
Terkadang orangtua terkesan cuek dengan perlakuan anak dengan ‘si mbak’. Misalnya meminta sesuatu dengan kata-kata kasar. Boleh jadi hal tersebut merupakan salah satu alasan ketidakbetahan ‘si mbak’ bekerja. Mengajari anak untuk berkata-kata sopan apalagi saat meminta sesuatu dengan pembantu penting dilakukan. Sebab itu juga merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap mereka

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: